Jumat, 02 Desember 2016

kang ikhwan kang zainal dan kang ilmi

Gus torik adalah anak seorang ulama sekaligus pengasuh ponpes besar yang ada di jawa timur. di kecamatan ambulu tepatnya sejak umur 10 tahun gus torik sudah di masukkan ke pesantren oleh ayahnya di ponpes salafiyah curah kates salah satu ponpes legendaris yang ada di jawa timur di kabupaten jember tepatnya yang tekenal dengan kearifan dan kema'rifatan kiainya (mbah kyai khotib). di pesantren gus torik memang di segani oleh teman temanya karna kecerdasan dan sikapnya yang selalu rendah hati. di pesantren gus torik mempunyai tiga teman akrab, kemana mana selalu bersama sama, tapi diantara ketiga temanya tersebut hanya satu yang bisa menemani dan membantu gus torik suka maupun duka. tiga teman tersebut bernama;
   1.kang ikhwan
   2.kang zainul
   3.dan kang ilmi.
kang ikhwan itu orangnya lembut, teman diskusi dan ngopi gus torik. Sedangkan kang zainul itu orangnya suka bercanda disaat gus torik jenuh dia yang menghibur. Sedangkan kang ilmi dia berbeda dengan yang lain, kang ilmi itu orangnya cuek budek bisu dan seringkali di kucilkan dan tempatnya pun hanya di taruh di rak rak dinding yang berdebu. Padahal di balik kecuekan dan kebisuan kang ilmi, ada keajaiban yang luar binasa..eh.. (luar biasa) yang tak dapat di duga oleh mayoritas santri, termasuk gus torik.
    Gus torik bertempat di sebuah angkreng (asrama yang tebuat dari bambu) dekat rumah mbah kyai. Yang konon asrama tersebut terkenal keramat,yang dulu bekas tempat wiridan mbah kyai. 

  Suatu hari gus torik duduk di bawah pohon depan angkreng sambil menghisap satu batang rokok yang ada di sela sela jarinya. Rokok masih belum habis tak lama kemudian ada suara orang yang memanngil nama gus torik, yang tak lain adalah mbah kyai. Gus, gus. gus torik pun berdiri sambil menolehkan kepalanya siapa yang memanggil nya. Setelah tau ternyata mbah kyai yang memanggilnya, gus torik pun membuang rokoknya dan bergegas menemui mbah kyai. setelah tiba di rumah mbah kyai gus torik pun mengetuk pintu seraya mngucapkan salam. 
    "Assalamualaikum. (Sapa gus torik).
  " waalikumsalam, masuk gus (jawab mbah kyai).
"Enten punopo mbah kyai sak meniko nimbali kulo.
(Ada apa mbah kyai panggil saya).
"GUS...!! Sekarang di rumahmu sedang ada masalah besar pesantrenmu membutuhkan mu. segeralah pulang dan selesaikan urusanmu.
"nggeh mbah kyai" (jawab gus torik dengan wajah lesu).
  
   Gus torik pun kembali ke ankgreng. sambil fikir fikir siapa teman yang dapat di ajaknya pulang dan menyelesaikan urusanya. setibanya di angkreng ternyata sudah ada kang ikhwan dan kang zainal sedang hafalan.

    Gus torik pun menceritakan masalahnya dan meminta kepada kang ikhwan dan kang zainal agar membantunya, dengan harapan kang ikhwan dan kang zainal dapat membantu. Ternyata kenyataanya sebaliknya, teman yang selama ini selalu bersama ternyata gak bisa  membantu dan ngasih solusi. kang ikhwan dan kang zainal pun pergi meninggalkan gus torik dengan alasan mereka juga punya urusan.

   sebatang rokok mulai di sumet (di slut) lagi oleh gus torik sambil memandangi kang ilmi yang hanya terdiam tak bisa bicara.
   " kini kedua temanku telah pergi begitu saja tanpa ada rasa peduli kepadaku, sedangkan kau kang ilmi, kau hanya terdiam tak mampu memberikan solusi. kini temanku hanya sampean kang ilmi, apa kau juga akan meninggalkanku seperti kan ikhwan dan kang zainal.??? ( tanya gus torik dengan nada tak enak).
" jawab kang,,jawab,,??
 bertahun tahun aku berusaha untuk bisa memahami bahasa dan isyaratmu aku baru sadar bahwa sampeanlah jawaban dari semua ini, sampainlah yang dapat membantuku saat ini.
     kang ilmi pun masih terdiam, tersenyum tapi tak dapat di lihat. gus torikpun mulai sadar dan menyesal ternyata hanya kang ilmi.lah yang hanya dapat menemani dan menyelesaikan urusannya.
   singkat cerita..ternyata kang ilmi yang bahasa nya sulit di paham dan butuh waktu yang tidak sebentar utuk memahamnya  itu adalah ilmu..ilmu yang dapat membantu urusan dan masalah yang di hadapi gus torik saat ini..

    Akhirnya dengan rasa semangat gus torik pun pulang menyelesaikan urusannya dengan di temani si bisu dan si tuli kang ilmi.

    mungkin ini cerita masih acak acakan tapi ini murni inspirasi saya sendiri yang saya dapatkan waktu saya masih nyantri dulu..

    pelajaran ini dapat jadi motivasi bagi semua santri yang masih belajar. agar terus semangat dan sungguh sungguh dalam mencari ilmu..karna bukan teman akrab kita atau teman ngopi kita yang dapat membantu masalah kita..
   hanya ilmulah yang dapat kita bawa pulang dan menyelesaikan urusan kita...


mungkin tulisanya amburadul ..maklumlah....inyong masih belajar..


                        by: zafir wae
  

1 komentar: